PENEBUS DOSA PENDUA
Tampilannya begitu bersahaja, tapi auranya memancarkan ketenangan palsu yang nyaris menipu.
Tak lama kemudian, Angel datang. Dengan blouse krem, celana panjang hitam, dan senyum yang selama ini selalu terlihat tulus—tapi kini, bagi Amora, hanya topeng yang menjijikkan.
“Mor!” sapa Angel riang, memeluknya sekilas, “Sudah lama banget, ya Tuhan! Kamu makin cantik sekarang!”
Amora tersenyum manis, seperti sahabat lama yang merindukan temu. “Kamu juga, Gel. Nggak berubah, masih suka telat dua menit.”
Hot Chapters