Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mercusuar

Mercusuar

Batang tinta itu pun sepertinya sudah siap untuk bergerak secepat kilat jika nanti bibir Brian atau bibirku mengucapkan kata atau kalimat pesanannya. Wajahnya nampak benar-benar terawat dengan baik. Tidak hanya bulu-bulu kumis dan jenggot tipisnya yang rapi, atau sapuan rambutnya yang benar-benar klimis manis. tetapi juga kulitnya yang begitu terlihat amat remaja. Bola matanya yang hitam mengkilap juga sesekali bermain ke arahku dengan malu-malunya. Sampai-sampai aku dibuat sedikit risih karenanya. “Kopi satu mas. Tanpa gula, cukup krimer. Elu mesen apa?” tanya Brian dengan sikutannya.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as mis bm
Read
+Library
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Jebret! Satu anak panah melesat kencang dari busurnya. Tiupan angin pantai tidak dapat membelokkan anak panah itu dari lajunya. Anak panah terus melaju. Mendekati burung camar yang tengah, anak panah itu tidak kunjung membelah menjadi tiga seperti yang diinginkan. Anak panah itu tetap utuh satu. Raut wajah Bisawarna tampak tidak senang. Panah yang dilepaskan tidak sesuai keinginan.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as mis bm
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Siapa yang harus disalahkan? Dalam kegelapan, Huo Mian menghela nafas dengan lembut. Dia tahu bahwa beberapa hal tidak dapat dijauhkan selamanya. Ini adalah hal-hal yang tidak bisa dihindari. Pinggiran kota, di distrik kelas atas- Sebuah Audi R8 perak melaju perlahan ke halaman rumah megah, dan selusin penjaga membungkuk ke arah mobilnya dengan hormat.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as mis bm
Read
+Library
My Bittersweet

My Bittersweet

Dia sudah menyerahkan hatinya, hidupnya untuk Nayaka, maka tak pernah terbersit keinginan untuk menyakiti Nayaka. “Saya, akan menjaganya, melindunginya, menyayanginya, dan mencintainya seumur hidup saya,” kata Bahana sambil menoleh pada Nayaka yang sudah menahan air matanya agar tak jatuh. “Baiklah, kami akan datang lusa. Di mana?” tanya Bibi membuat Nayaka menyusut air matanya. “Four Season Jimbaran,” jawab Bahana membuat Paman kembali terkejut. Hotel mahal. Siapa Bahana?
103.3K viewsOn holdAdded to Library 98 Times as mis bm
Read
+Library
Broken

Broken

Ia tak tahu bagaimana caranya ia dapat meluruskan maksud dari perkataannya, jika ia tak diberikan kesempatan untuk menyelesaikan perkataannya. “Semoga aja tuan muda mau dengarin penjelasan aku nanti. Kayak aku harus biarin tuan muda tenang dulu, setelah itu baru aku jelasin pelan-pelan. Mungkin tuan muda lagi emosi jadinya marah-marah kayak tadi.” bi ami mencoba memaklumi sikap putra bungsu keluarga itu dengan menimbang semua keadaan yang baru dihadapinya. ****
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as mis bm
Read
+Library
BI-LA

BI-LA

"Sorry, kalau terkesan nyebarin rumor dan bikin nggak nyaman." "Gak masalah." Biru mengangguk paham, "Toh, memang saya yang bilang hal itu ke Mia. Bukan salah kamu." Bita dan Kara langsung tersenyum penuh terimakasih sementara Abas walau kelihatannya masih kesal - tapi, juga memilih untuk tidak melanjutkan masalah ini.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as mis bm
Read
+Library
BOSSY

BOSSY

Sebuah mobil hitam yang berkilat, mewah dan yang pastinya mahal berada tidak jauh dari busway itu dan sedang melaju kencang. Ava masih tersenyum, menunggu tidak sabar bus itu. Gyurrrrr Ava mengerjap. "J-jus?" tanya nya tidak percaya menatap bajunya yang kini tersiram sebuah cairan yang lengket, bahkan kaca mata Ava serta rambutnya ikut tersiram cairan itu. "I'm sorry girl," Ava melepas kaca matanya dan menatap mobil mewah dihadapannya dan sosok lelaki di dalam mobil itu yang sedang tersenyum miring dengan mata menyipit.
107.1K viewsOn holdAdded to Library 277 Times as mis bm
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Jess mengangguk, membiarkan lelaki bertubuh kurus itu memapahnya masuk ke mobil meninggalkan bangunan bergaya modernis tersebut. Tidak lama, sekitar enam belas menit perjalanan, mereka sampai di Flat Particular Brasilia 1004/1006. Lelaki berkulit kemerahan itu membiarkan Jessy beristirahat dengan nyaman setelah diperiksa dokter yang sengaja dipanggilnya. Hingga waktu petang tiba, Jessy akhirnya bangun. Ia berjalan ke jendela dengan tenaga yang sedikit pulih, dari balik kaca itu, ia dapat melihat pekat langit tanpa bintang. Sepertinya hujan akan turun malam ini.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as mis bm
Read
+Library
Bittersweet

Bittersweet

Kalau Gara mencurigai perwakilan itu. Setelah kembali tenang, Gara mulai mengerjakan soal lagi. Menit demi menit berlalu, dan tak ada yang keluar dari ruangan itu kecuali si perwakilan SMA NAGARA tadi. Gara sudah mengerjakan hampir semua dari soal tersebut, ia harus menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Disaat yang bersamaan, SMA SEVERI bersedih karena pada babak kedua, tim basket kebanggaan mereka kalah 3 poin dari SMA NAGARA. Nandara merasa kesal, seharusnya tim SMA SEVERI tidak mengalami kekalahan, namun karena trik curang Jordan, tim Nandara jadi memperoleh hanya 1 poin di menit terakhir.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as mis bm
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status