Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Yang Kesepian

Istri Yang Kesepian

Melihat penampilannya yang cabul, aku mendorongnya dengan keras dan mengatupkan kedua kakiku. "Apa yang ingin kamu lakukan! Kalau benaran ingin melakukannya, bisakah kamu lakukan lebih cepat!" Begitu aku selesai bicara, Stephen menatapku dengan senyum mesum, "Ada apa? Nggak sabar? Sepertinya apa yang dikatakan Kak Melven benar, kamu hampir mati kesepian..."
54.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Terperangkap Hasrat Anak Tiriku

Terperangkap Hasrat Anak Tiriku

Angin sepoi langsung menyambut Sera begitu ia membuka pintu. Beberapa kali Sera memejamkan mata sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Tidak terdengar hiruk pikuk di sini. Mungkin karena berada di lantai paling atas, hanya suara angin dan keheningan yang ada.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Hening dan sepi, hanya menyisakan Wulan seorang diri. Sepuluh menit kemudian, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari akun bernama “Maya Happy”. [Meski kepalamu dijahit tiga puluh jahitan, dan mata kananmu buta… lalu kenapa? Aku bahkan nggak perlu menangis, dia sudah langsung lari mencariku.] [Wulan, aku pergi beberapa tahun, lalu kembali dan hanya bilang aku ingin mengandung anaknya, dan dia langsung setuju. Kau pikir, mungkin nggak sih dia nggak mencintaiku?]
8.944.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Namun gejolak rasa ini mengalahkan rasa malu, yang seharusnya tetap terjaga sebagai perhiasan seorang wanita. Mamah meraih tanganku dan menuntun tubuh ini yang terasa lemas dengan jantung yang berdetak cepat dan keringat dingin mulai membasahi tubuhku, kami melangkah kan kaki berjalan menghampiri Mas Bayu yang kini sedang beranjak berdiri dari duduknya dan tersenyum, lalu mengulurkan tangan mengajak berkenalan. “Perkenalkan nama saya Bayu Anggara,” ucap Mas Bayu, menyebutkan nama sambil menyodorkan telapak tangan untuk kujabat.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

timpal Roby ikut protes. "Eh, Lu kira ngaji gampang apa? Gue nggak bisa ngaji, sholat aja surat Alfatihah nya gue baca yang tulisan Indonesia, bukan Arab nya. Makanya gue milih mahar bikin nasi goreng seafood. Eh, nggak taunya ada misteri dibalik nasi goreng seafood itu," kelakar Danu mengenang memory lamarannya kemarin.
105.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Fotografer agak sulit menyuruh Ajeng tersenyum. "Jeng, senyum dong. Jangan bikin foto kita jelek." Dimas berbisik pada Ajeng. Ajeng memaksakan senyumnya. Sekar menatap putrinya dari kejauhan. Dia masuk ke kamar menunduk berdoa dalam hening semoga saja putrinya mendapat bahagia. Tetes air matanya jatuh ke kasur yang ia duduki. Matanya menatap hantaran yang tersusun di tempat tidur. Bingkisan hantaran yang mewah tampaknya dari luar berisi semua kebutuhan mempelai wanita. Tangan Sekar meraih salah satu bingkisan dan terhenyak melihat sandal dan harga yang masih menempel di sana 25 ribu rupiah. Sandal jepit dari busa. Bu Sekar melihat lagi pakaian dan mukena yang diberikan sebagai hantaran. Satu
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Angin Betina bicara dengan tegas dan jelas. Pandangan matanya menampakkan sinar permusuhan yang cukup besar. Sumbaruni hanya sunggingkan senyum kian sinis, karena cepat mengerti maksud Angin Betina yang tak lain pasti berkaitan dengan Baraka. Karenanya Sumbaruni berkata kepada Bongkok Sepuh, "Setan Arak, menyingkirlah dulu di bawah pohon sana. Ini urusan perempuan!" "Siapa bilang aku ingin campuri urusanmu," kata Bongkok Sepuh sambil bersungut-sungut melangkah, menjauhi kedua perempuan itu, berdiri di bawah pohon rindang sambil pegangi tongkatnya.
1028.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Jagat Kelana

Jagat Kelana

Wuusssh Angin memadat dan melesat dengan kencang menuju ke arah Jagat yang sedang duduk santai dengan mengayunkan kedua tungkainya. Saat angin itu hendak menyentuh kulit ujung ibu jari kaki, Jagat langsung menggerakkan tapak tangannya ke udara seakan sedang menghapus sesuatu pada dinding. Blaaarrr
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai angin sepoi sepoi
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

celetuk Alin tiba-tiba menatap Irine dan Seiji yang sangat ahli menyembunyikan ekspresi terkejutnya. “Beib!” pekik Irine manja yang juga di timpali Seiji memanggil Alin 'Beib' lalu mengambil baki dan berniat menyuapkan Alin zuppa soup dengan roti bawangnya. “Kalian memiliki aroma yang sama, Seiji biasanya hanya memakai sabun dan shampoo aroma mint. Tapi pagi ini aromanya sama dengan Irine, aroma yang lembut. Kalian tau, ibu hamil itu hidungnya sangat sensitif loh. Jadi katakan, apakah kalian bermalam bersama sampai pagi?” kali ini Alin sengaja menatap tajam dengan senyum cengengesan menggoda pada Irine yang tidak akan bisa mengelak dan berbohong padanya.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai angin sepoi sepoi
Baca
+Pustaka
Bittersweet Revenge

Bittersweet Revenge

Angin sepoi-sepoi dari luar dengan mudah masuk, membawa aroma segar dari tanaman di sekitar vila. Sungguh berbeda dengan situasi di Jakarta “Putra kamu tinggal?” “Dia baru tidur.” Anggun menekuk kedua kakinya ke atas, lalu memeluknya. “Nggak bakal langsung bangun.” Hening. Wahyu kembali memutar tubuh. Memandang ke arah yang sama dengan Anggun dalam kesunyian malam yang sangat menenangkan. Hanya ada suara lembut gemerisik dedaunan yang tertiup angin, bercampur dengan nyanyian jangkrik dari kejauhan.
10119.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai angin sepoi sepoi
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Mae Kim
aku tim wahyu-anggun garis keras mba, karena aku mau wahyu dan anggun sama-sama bahagia. semua di sini kasian, tp menurutku yg paling kasihan anggun dan wahyu dengan kehidupannya masing-masing, jd mereka berhak bahagia dengan bersama. jd plis mba, buat anggun bersama dengan wahyu:"
firly edogawa
selalu bagus,, yg 1 inibikin campur aduk emosi saya.. sedih,kecewa,marah, tegang, semoga bahagia di akhir cerita, dan yg antagonis dapat karmanya secepatnya . tapi jangan cepat pula berakhir ceritanya..bahagianya yg banyak, yg jahat2 buang aja udah........... suka suka suka pokoknya...........
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status