BERCINTA DENGAN HANTU
CLUNG
Botol itu terlempar tepat di tengah ceruk omba, yai Sepuh dan ustad yang lain berdiri kokoh di bibir tebing, sarung mereka berkibar kibar, di tengah suara ombak yang menderu-deru, masih dengan posisi yang sama ombak itu seakan hendak mencaplok mereka, puncak ombak itu bertahan di atas kepala mereka tapi seolah ada yang manahan, ustad Daru mengalunkan adzan dengan nada yang indah, sedangkan yang lain memejamkan mata dan mendengar dengan khidmat, tidak mempedulikan sekitar dimana alam seolah sedang bergejolak,
“......LAA ILAAHA ILLALLAAH” ustad Danu menyelesaikan adzan dan segera menengadahkan tangan berdoa diikuti yang lain
HENING...
Tiba-tiba suasana menjadi hening, sunyi, senyap, hany
Hot Chapters