Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Istri Polos dari Desa Milik Tuan Muda

Istri Polos dari Desa Milik Tuan Muda

Angin sepoi-sepoi mengiringi kepergian kami. Hembusan angin juga nampak membelai lembut rambut panjang Luna yang diikat ke belakang. Penampilannya sederhana dengan make up tipis dan poni yang disisir menyamping, tetap saja tak membuatku terpesona.
103.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 116 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Sebening Senja

Sebening Senja

Bening memberikan petunjuk secara tidak langsung pada Gus Toif yang fokus dengan kemudinya. "Makasih, Ning Zil, Gus Toif." Bening beranjak keluar mobil. Gus Toif hanya melirik sekilas. Kemudian memerhatikan dari spion samping saat Bening berpamitan pada Ning Zil. "Anggun." Gus Toif berdesis pelan, tapi masih bisa terdengar jelas oleh Ning Zil. "Siapa Anggun?" Spontan Ning Zil menoleh ke arah kakaknya.
3.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 115 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

tegasku “Iya, bebas kamu mah, asal bahagia. Hari demi hari terlewati dari aku yang terbiasa hidup di kos sendiri, aku yang mulai akrab dengan orang sekitar, teman bekerja dan mulai mempunyai teman dekat. Terutama Aryan, di mana dia adalah seorang tempat aku cerita, mengeluh saat lelah bekerja, bahkan mengeluh saat kesepian setelah pulang bekerja, dia adalah orang pertama yang aku cari untuk aku ganggu biar aku tidak merasa kesepian. Bagi aku mengganggu ketenangan Aryan adalah sebuah kesenangan tersendiri bagiku, meskipun pada akhirnya aku akan kena marah dan nasihat sok bijak dan tidak jelas alurnya. Selain aku merasa dekat karena dia berasal dari kota yang sama denganku karena Aryan juga ya
2.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 62 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Bos Arogan itu Mantan Pacarku

Bos Arogan itu Mantan Pacarku

Angin sepoi menyapa, dimana tiap rengkuhan rasa dingin itu, membawa beberapa helai rambutku terbang hingga kuncir kuda yang dibuat reynan tampak menari, mengekspose leher jenjangku. Aku menatap air laut, dimana ombak kecil terus mendekat kearah kami, bersamaan dengan sinar jingga yang mulai turun dari paraduannya, menghadirkan rasa tenang dengan kehidupan yang semakin tak berpihak kepadaku. “Viv, melihat matahari tenggelam, indah bukan?”
1088.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 3.4K fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Simpanan Istri Pejabat

Simpanan Istri Pejabat

Aroma segar sabun mandi yang seperti wangi bunga mekar tercium ke hidung Agus seiring sosok cantik bertubuh seksi yang malam ini mengenakan lingerie semitransparan berbahan brokat warna hijau tosca berjalan mendekat ke arahnya. Kemudian Anita duduk perlahan di pangkuan Agus yang menatapnya tanpa berkedip. "Mas, coba dicium sudah wangi apa belum?" ucapnya menggoda pemuda itu. "Wangi banget kayak peri, Mbak." "Peri apaan sih Mas?" sahut Anita terkikik. "Perikitiew kata Sule, Mbak. Hehehe," seloroh Agus lalu mengendus-endus bagian belakang telinga Anita, "enak baunya jadi pengin nerkam."
10185.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 6.9K fois en tant que angin sepoi sepoi
Afficher les avis (44)
Read
+Librairie
agneslovely2014
Sebenarnya ada 4 buku baruku yang akan segera rilis sebelum akhir tahun, doakan lancar ya Guys. Hari ini baru rilis satu buku baru Gairah Liar Sugar Mommy sedikit bergenre menantu diwarnai dengan age gap dan misteri pembunuhan di masa lalu. Cukup seru untuk dijadikan bacaan santai. See u there!
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Lire tous les avis
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

Mereka sadar itu, sehingga apa pun yang terjadi mereka harus tetap menuntaskan bacaan hingga akhir. Lutfi meneruskan bacaan dengan suara parau. Sesekali terbatuk sembari memegangi perut. Samar-samar, bau kembang terbawa Sepoi angin. Membuat semua orang mengernyit karena aromanya begitu tajam menyengat.
48.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 264 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

, Jelasku. Rio hanya mengangguk mengerti. "Eh..eh.. loe cium sesuatu gak?", salah satu dari gerombolan siswa yang berkumpul itu menginterupsi keadaan sekitar. "Iya, bau nya gak enak banget darimana nih". "Loe, belom mandi kali Yun". "Enak aja loe, eh ini mah bau amis". "Iya, bau anyir".
104.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 147 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Seadanya

Seadanya

Merasakan tetesan kecil yang bisa saja akan menjadi hujan. Erika menatap kelangit sambil bersuara kecil " Kenapa harus sekarang?? Aku bahkan belom mendapatkan angkot untuk pulang " Erika tidak meneduhkan dirinya, meski gerimis lama - lama akan basah. Tapi lebih baik basah ketimbang harus melewatkan angkot, pikir erika. Bersambung... Gimana ya erika pulang, emang angkot sampe jam berapa sih :')
102.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 66 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Angin sepoi-sepoi membawa aroma daun basah dan kayu tua, sedikit meredakan ketegangan yang masih menempel di hati Kael dan kelompoknya setelah perpisahan dengan Profesor Aldos. Sungai luas kini jauh di belakang, dan peringatan sang profesor—untuk bersembunyi di desa terdekat—mendorong langkah mereka lebih cepat. Bau samar asap phoenix masih tercium di udara, tapi kini bercampur dengan sesuatu yang lebih liar, seperti bulu basah dan tanah yang baru digali, membuat Kael mengernyit waspada.
102.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 69 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

Hana heran mendengar suara panik Bara. “Nggak apa-apa. Pengen nelepon aja. Jam berapa ketemu teman?” Bara ingin memastikan waktu pertemuan Hana dan Rey. “Suara Abang kek orang panik. Abang nggak apa-apa, ‘kan? Oh, ya … sepuluh menit lagi, aku pergi.” Bara terharu mendengar perhatian Hana. “Abang baik-baik aja, Sayang. Oh, perginya lebih cepat, ya?”
5.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 200 fois en tant que angin sepoi sepoi
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status