Ahli Waris
“Agus Kanjeng Raden. Yes. Where are eh, apa yo?”
“Oh my God, Rahman. Kau itu ngomong apa? Ini adalah Paris. Bahasamu itu tidak akan mereka mengerti,” ucap Ben di sebelahnya menepuk jidatnya.
“Dasar, sok putih kamu. Wes jangan banyak ngomong. Kita harus menyelamatkan Agus untuk saat ini. Acara mitoni sudah sangat dekat. Nanti Bapak akan memenjarakanmu. Enak saja, keluar tanpa ijin. Tak masukin lagi kamu,” ucap Rahman kesal. Ben melotot segera menutup mulutku. “Jieh, mulutmu bau ikan asin, Ben,” teriaknya kesal.
Capítulos Populares