Ah! Mantap Mas Ramli
jawab pria itu sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah kedua wanita itu seolah-olah ia sedang menundukkan pandangannya pada lawan jenis agar tidak tergoda.
"Ohhh kok bisa sihh? Pasti kamu masuk angin tuh! Terus kenapa harus balsem sih?"
"Minyak anginnya habis, jadi seadanya saja. Nggak ada minyak balsem pun jadi, nggak ada martabak, apem pun jadi!" Dengan santainya Ramli berkata demikian, entah sadar atau tidak, ucapan pria itu membuat Pak Sarip menepuk jidatnya sambil cengar-cengir.