Lima Jari Playboy
di malam saat aku membeberkan lima kategori wanita kepada Aubree di Apocalypse Bar, tepatnya sebelum aku mabuk berat, aku bertanya kepadanya alasannya memakai nama pena ‘Aphrodie’.
Rupanya, jawaban Aubree lumayan filosofis, “Kalau lo perhatiin, novel-novel yang gue tulis itu sekilas seperti novel romantis kebanyakan, tetapi sebenarnya, para pembaca yang berhasil gue bikin nangis dan patah hati adalah pembaca yang justru tak memahami cerita yang gue suguhkan,” jawabannya pada saat itu, tentu saja menarik. Akan tetapi, tidak sampai membuatku teralihkan dari kegemaranku terhadap alkohol.
“Jadi, yang nggak nangis, justru yang ngerti dengan cerita di novel lo?” timpalku.
Bab Populer