Seumur Hidup Terlalu Lama
Mereka harus mengejar waktu agar tidak terlambat ke tempat reuni.
Kafe tempat reuni kecil-kecilan itu terletak di sebuah sudut kota yang cukup tenang, dengan nuansa hangat dari lampu-lampu gantung dan furnitur kayu yang sederhana. Saat Uma dan Arumi melangkah masuk, aroma kopi dan tawa ringan langsung menyambut mereka.
"Umaaa!" seru beberapa suara hampir bersamaan.
Beberapa teman lama mereka yang sudah berkumpul lebih dulu segera berdiri. Ada yang melambai, ada yang langsung menghampiri. Uma tersenyum sopan, meski jantungnya sempat berdegup canggung.