Ibu Susu Polos Pak Boss
Putra refleks mengusap pelipis, kepalanya penuh tanda tanya yang menumpuk.
"Astaga! Berarti... kamu ini saudara Pak Leo? Pasti saudaranya, kan? Atau sepupu? Masa keponakan, sih? Eh, tapi bisa juga sih... Oh, atau... kerabat? Kerabat dekat? Iya, kan?" cerocos Putra, seolah masih tak rela harus menghadapi kenyataan pahit dua kali.