100 Hari Bersamamu
Akhirnya tamu yang paling Aruna tunggu datang juga, ia memakai setelan semi formal berwarna hitam dengan gaya rambutnya yang baru membuat Aruna melting.
"Maaf mas, Kastara baru bisa datang."
"Iya, mas ngerti." sahut Anggasta.
Kastara menggeser posisinya ke hadapan Aruna, jantung Aruna berdegup tidak terkontrol saat matanya saling bertatapan dengan mata Kastara. Cinta itu masih tetap sama di hati keduanya, tapi harus terpisah karena perbuatan fatal Aruna. Kastara tidak kuat bertatapan lebih lama lagi dengan Aruna, karena sesungguhnya ia juga masih belum terlalu ikhlas jika Aruna menikah dengan kakaknya sendiri.
Bab Populer