Bukan Rahim Pengganti
"Kenapa? Kenapa senyum-senyum?"
Kuhembuskan napas panjang, kudekati, dan kubelai wajahnya dengan lembut. "Ana, kamu cantik, cantik ... sekali. Bahkan, saking cantiknya, saya sampai nggak rela kalau kecantikan kamu dinikmati oleh orang lain. Bisakah untuk tidak memperlihatkan pesonamu pada orang lain?" kataku selembut mungkin, aku tidak mau menyinggung Ana atau memaksanya.
Dia bergeming, sepertinya dia masih belum tahu apa maksud dari kata-kataku.
Bab Populer