Hati yang Kau Sakiti
Ia terdiam sejenak, seolah sedang berjuang dengan pikirannya sendiri sebelum akhirnya berkata, "Kak, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Arga duduk di samping tempat tidur, menatap Kiran lekat sebelum akhirnya ia berkata, "Tentu saja, Kiran. Apa yang ingin kamu tanyakan?"
Kiran menunduk, seolah ragu untuk melanjutkan pertanyaannya. Tetapi akhirnya, dengan suara yang hampir bergetar, ia mengutarakan isi hatinya. "Kak, apa aku tidak cantik? Apa aku tidak baik? Apa aku tidak pantas bahagia? Apa aku terlalu buruk sampai Arka menduakan aku? Apa aku—"