Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Ada dua baris tulisan tangan yang indah di atasnya: [Untuk ibu baptis tercantik, Emma.] [Emma kami tercinta, selalu bahagia dan gembira!] Itu ditandatangani dengan nama putriku dan di sebelahnya ada kata-kata David yang terkesan ceroboh tetapi begitu lembut : [Pai apel yang dipanggang untukmu segera siap, jangan memakannya diam-diam ya.] Aku sudah hampir meninggal dan baru tahu David bisa memasak.
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

“Ya, bukan juga. Ibarat Ai dan Pakde itu temenan, maka anggap aja ini semua sebagai PWB." “Apa itu?” Danu mengerutkan dahi ketika ketika mendengar kata yang asing di telinga. “Pakde With Benefit. Ai juga tahu kalau Darma suka main sama cewek lain. Jadi, yaudah. Ai Cuma mau seimbangkan diri sama dia aja.” Gadis itu terlihat semakin tegas. Baginya, yang kemarin itu adalah sebuah pelajaran. Ia tak mau terlihat menye menye lagi di depan yang lain karena itu akan menjadikannya lemah di mata orang tersebut.
1023.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Pacar Simpanan

Pacar Simpanan

ucap Gadis dengan nada yang cuek. "Ya kan orang cuma mau nanya saja siapa tahu kalian mau beli apa gitu jadi nanti kalau ada apa-apa tuh tinggal minta tolong saja! Daripada sudah jam begini baru mau masuk ke kantin nanti lambat masuk kelas memangnyanya siap untuk di hukum?," ucap Syam dengan tersenyum sinis. "Oh ya kalian mau ke pesta Anggun enggak?" tanya Brian kepada Gadis dan juga Luna.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Tolong ayah, Nak!

Tolong ayah, Nak!

Astaga bagaikan di kutub utara. Anisa mengamati ruangan itu dengan perasaan takjub yang sama sekali tidak ia sembunyikan. “AC nya berapa PK bang, dingin begini?” “5.” Ha? 5 PK untuk sebuah kamar. Anisa begitu takjub. “Abang nggak kedinginan?”
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
PACARKU SUAMI KAKAKKU

PACARKU SUAMI KAKAKKU

Hingga tanpa di sadari, langkahnya sampai di parkiran dan menaiki mobil meninggalkan rumah makan mewah itu. "Kayaknya mereka sudah cocok ya, Yah," ucap Inara pada suaminya. "Bener, kelihatannya mereka memang sudah cocok." sambung ayah sambil terkekeh. "Gimana, Ris?" tanya ibu kepada putri sulungnya itu. "Hah, maksudnya?" tanya Risa masih belum mengerti dengan pertanyaan dari ibunya. "Ris, menurutmu bagaimana dengan, Nak Gama?" tanya Ayah.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

“Bilang saja Papa di sini.” Akira menghela napas panjang, menutup matanya sejenak, mengumpulkan kesabaran yang mulai menipis. “Iya, Pak,” katanya pelan ke udara, sebelum matanya kembali menatap layar ponsel. “Kenapa, Nak?” Ada jeda singkat, lalu suara Azka terdengar lebih pelan dan lembut. “Azka mau bilang… tadi senang.”
994 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Pakde sang Penakluk

Pakde sang Penakluk

style="letter-spacing: 0.1px;" style="letter-spacing: 0.1px;">Gendis tertawa kecil sambil meletakkan sepiring tempe panas di meja. "Makanya, Mas. Nanti kalau lewat warung, belikan Pakde Yono rokok Sampoerna. Tangannya beneran manjur. Pinggulku udah nggak nyeri, bagian dadaku juga rasanya enteng banget." style="letter-spacing: 0.1px;">
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 5 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Penampilan terkadang tidak selalu menunjukkan sisi terdalam seseorang. Bisa saja semua itu berbanding terbalik dengan apa yang kita pikirkan. Ibarat buah nangka yang kulit luarnya berduri, tetapi dalamnya lembut memikat hasrat untuk menikmati. Wanita yang masih sedikit terkejut itu hanya diam, menunggu gilirannya bicara. Benih kagum yang semula hampir memunculkan tunas, dengan cepat ia menepisnya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

Nyaris berbisik. “Papa minta maaf kenapa? Papa salah apa? Kenapa Papa selalu minta maaf sih Pa? Papa kan nggak salah! Waktu masalah dengan Tante Selina juga Papa minta maaf ke aku. Kenapa sih Papa selalu minta maaf? Harusnya mereka yang minta maaf, bukan Papa!”
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

batinku sambil menutup baku tabungan yang jumlahnya gak sampai dua juta. "Kita berkemas mau kemana, Ma?" "Pindah." "Pindah kemana?" "Ke kota sebelah, mencari hidup dan nafkah." "Kita akan makin jauh dari Papa," gumam Naila. "Apa boleh buat, Nak. Insya Allah kita akan kuat menjalani semuanya bersama." "Siapa yang bilang Mama?"" "Kata hati Mama." "Yakin?"
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai apa nak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status