SEKRETARIS PENGHANGAT RANJANG PRESDIR DINGIN
Mungkin segelas kopi bisa membantunya untuk tetap stabil hingga sore nanti.
"Iya. Kamu kenapa? Kok, aku lihat bengong dari tadi?"
"Gak papa. Rindu rumah, rindu nyokap," celetuk Naka asal. Namun, tak semua ucapannya itu sebuah kebohongan. Dia memang rindu ibunya, dan juga... Ah, sudah lupakan saja. Seseorang yang tak pantas dia rindukan dengan caranya saat ini.
Asyik ngobrol, panggilan di ponsel Naka berdering. Dia diminta untuk segera menuju ke ruang unit gawat darurat.