Terjebak Asmara Tuan Argen
"Aku sudah meminta izin pada kakakmu untuk menciummu, tapi, dia bilang aku harus meminta persetujuan mu."
Ana mendongak senyumnya membuat dada Argen berdetak dengan kecepatan maksimum.
"Kedua mempelai silahkan berciuman." Suara pembawa acara diiringi tepuk tangan dari para tamu.
"Ana, apa aku boleh menciummu?"
Ana melepaskan satu tangannya, menunjuk pipinya.
"Kakak boleh melakukannya, mau dimana, disini, satu, dua tiga, empat." Menjawab dengan polosnya sambil menunjuk kening, pipi kanan dan kiri serta berakhir di bibirnya.
Hot Chapters