Di Ranjang Majikanku
Suara pecahan berdentang keras, memecah kesunyian.
Dengan nafas memburu, Celia menggulung tangannya dengan kaos dan memungut sepotong kaca pecahan yang paling tajam dan panjang. Dia berjalan mendekati pintu kamar, lalu dengan cepat mulai menggesek-gesekkan ujung kaca itu pada celah kecil di sekitar engsel pintu.
Bukan untuk melubangi kayu solidnya, karena Celia tahu tak semudah itu menghancurkan barang kokoh dengan serpihan beling.