LOGIN[Warning: Banyak kata-kata kasar berseliweran, jadi anak di bawah umur yang baca ceritanya, kata-katanya jangan ditiru ya] Irina. 22 tahun, masih cukup muda untuk berlayar di sebuah bahtera pernikahan yang legal atas agama dan negara. Semua rencana hancur berantakan karena sebuah masalah besar yang kini menghampirinya. Ia dijebak oleh seseorang yang ia tak tau siapa, ia dijebak dengan cara yang tidak rasional. Kini ia sedang hamil bayi seseorang yang ia cinta namun, tidak mencintainya. Bagaimanakah Irina bisa keluar dari persoalan rumit ini? Akankah ia melakukan jalan setan untuk segera keluar?
View More"Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan."
"Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikannya. Pria berusia 23 tahun itu pun berlari menuju kamar utama. Namun saat baru saja sampai di ujung tangga. Bejo mendengar ribut-ribut yang berasal dari dalam kamar. "Kamu kalau begini terus, gimana kita mau punya anak? Mamah tuh sudah mendesak aku. Kamu nggak paham kewajiban kamu. Percuma aku punya istri kalau kamu begini." "Mas tapi aku memang sulit menerima kamu. Sakit, Mas. Kita bisa usaha lagi, Mas. Jangan menyerah! Aku masih mau." "Mau usaha seratus kali pun kalau kamu terus menolak saat aku masukin, gimana mau bisa? Kamu taunya aku harus sabar, sabar, dan sabar. Kamu sendiri nggak bisa usahakan. Gila kamu tuh! Satu tahun aku sama sekali belum bisa menikmati tubuh kamu. Menikah tanpa bercinta, hambar rasanya, Mila!" Deg Bejo terbeliak mendengar apa yang Tuannya katakan. Satu tahun menikah belum bercinta? Gila! Betah banget. Padahal istri dari majikannya itu sangatlah cantik dan juga seksi. Mana betah melihat tanpa menikmati? "Bejo!" "Eh iya, Tuan. Saya di sini. Ada apa, Tuan?" tanya Bejo kemudian mendekati majikannya. Bejo melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka dan terlihat Nyonyanya nampak sedih. "Ikut saya ke ruang kerja!" perintah pria yang berkuasa di rumah ini. "Baik, Tuan." BRUGHH Kedua mata Bejo terbelalak melihat banyaknya uang diletakkan di atas meja kerja Tuannya. Bejo menelan kasar salivanya kemudian melirik ke arah pria matang itu yang nampak gagah dan berkharisma. "Kenapa? Mau?" Bejo meringis mendengar itu. "Siapa yang nggak mau sama uang Tuan, tapi ini maksudnya apa, Tuan?" tanya Bejo dengan sangat berhati-hati sekali. Pria itu pun terlihat duduk di kursi kebesarannya dan Bejo memperhatikan dengan sedikit membungkuk. Dalam hati Bejo masih bertanya-tanya, untuk apa uang sebanyak itu dikeluarkan dari dalam brangkas? "Duduk dulu!" "Baik, Tuan." Bejo pun segera duduk di seberang pria itu kemudian mengalihkan pandangan dari hal yang sangat menggoda di depan mata. "Istri saya mengalami penyakit langka yang tidak semua wanita mengalaminya. Saya akan kasih kamu sepuluh miliar, lebih dari yang kamu lihat saat ini kalau kamu bisa menyembuhkannya." Bejo menganga mendengar apa yang pria itu katakan. Ini Tuannya serius atau tidak sich? Dalam hati Bejo pun ragu. Penyakit apa memangnya yang diderita Nyonya? "Apa tugas saya, Tuan?" tanya Bejo tanpa ragu. Kali ini dia benar-benar penasaran karena bayaran dengan jumlah sangat banyak sudah ada di depan mata. "Gampang saja. Kamu hanya perlu menyentuh istri saya." "Me... Me... Menyentuh, menyentuh gimana maksudnya, Tuan?" "Bercintalah dengannya! Ingat, ini tugas dan perintah! Ini menjadi salah satu pekerjaanmu. Bukan hanya main-main dan ingin menikmati tubuh istri saya saja. Kalau kamu berhasil bercinta dengannya, maka uang seratus kali lipat dari apa yang kamu lihat ini akan menjadi milikmu!" Bejo semakin dibuat tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bejo melirik uang yang ada di atas meja saja sudah membuatnya menelan ludah. Godaan dunia sangat jelas di depan mata. Apalagi harus menyentuh istri orang. Apa tidak enak coba? "Maaf Tuan, tapi apa yang Nyonya derita selama ini? Maaf kalau saya lancang. Saya juga harus tau penyakit apa yang Nyonya alami agar saya tau cara menyembuhkannya." "Vaginismus." "Apa itu vaginismus, Tuan?" tanya Bejo yang sama sekali tidak tau kalau ada penyakit dengan nama seperti itu. Kedua alis Bejo menukik kala mendengar penjelasan dari Tuan Saka, pria yang akan mengubah hidupnya menjadi jauh lebih baik dengan uang sepuluh miliar. "Penyakit yang sangat langka terjadi pada wanita. Entah apa alasannya, dia tidak bisa aku masukin. Saat penetrasi dia bisa menerima tetapi saat aku hendak masuk, dia selalu kesakitan bahkan meronta dan menolak. Kamu sudah paham sekarang?" "Ta... Tapi Tuan, bagaimana kalau Nyonya menolak? Saya hanya sopir pribadi beliau dan saya baru tiga hari bekerja di sini. Kami pun belum dekat Tuan dan apa Nyonya mau dengan saya?" "Hahahaha jangan kamu pikir saya tidak tau, Bejo! Di kampus wanitamu banyak bukan? Kamu kerja untuk bisa bayar kuliah. Dengan uang yang saya berikan, tidak kuliah pun kamu tidak akan diinjak-injak orang." "Lagi pula dari segi penampilan kamu tidak buruk. Kamu tampan dan tubuhmu juga proposional. Hanya saja kurang diolah sedikit. Kamu berpendidikan, kamu bekerja karena untuk membayar kuliah bukan hanya sekedar untuk makan. Tidak buruk!" "Satu lagi, saya tidak menerima penolakan! Ini sebagian dari pekerjaan kamu. Jika tidak mau, maka kamu akan saya pecat!" Deg "Waaaahhhh jangan dong, Tuan! Bulan depan saya harus bayar semester. Nggak lucu kalau saya sampai dipecat. Nanti kuliah saya gimana. Oke saya akan terima tapi saya tidak bisa pastikan Nyonya mau dengan saya." "Itu urusan gampang! Tugasmu hanya satu, sembuhkan dia dari penyakitnya! Setelah dia bisa menerimamu maka tugasmu selesai," sahut Tuan Saka dengan santainya. Namun pertanyaan dari Bejo selanjutnya membuat pria itu hampir saja melempar vas bunga ke kepala Bejo. "Bagaimana kalau sampai Nyonya ketagihan dengan saya Tuan, terus tidak mau lepas?" Pertanyaan yang sangat berani tak mengira akan kena amuk Tuan Saka. "Mati saja kamu, Bejo!"“Karina, tolong makan sedikit saja. Bayi kita perlu makanan yang bergizi ... kamu jangan seperti ini, kamu bisa menyakitinya.” Entah sudah berapa kali Marshal meminta istrinya itu menyentuh makanan yang sudah mendingin di hadapannya. Karina, wanita yang sudah sah menjadi istri Marshal itu tampak lebih kurus dari sebelumnya. Wajahnya kuyu, matanya sendu menyimpan kepiluan hidupnya, sesekali matanya bergetar ingin menumpahkan emosi yang tak juga kunjung mereda. “Aku suapin, ya?” tawar Marshal lagi. Karina diam, pandangan matanya kosong ke depan. Marshal menghela napas pelan, lantas duduk di samping Karina. Marshal tahu bahwa istrinya itu masih belum bisa menerima dirinya dengan sepenuh hati tapi, Marshal harus tetap menepati janji sakral yang sudah ia ucapkan sendiri. “Karina, tolong dengar aku ... bayi kita perlu makanan agar dia bisa tumbuh sehat di dalam perut kamu, kalau kamu enggak makan dia pasti juga ikut kelaparan,” ucap Marshal seraya mengambil tan
Irina meletakkan secangkir americano yang masih mengepulkan asap tipis di hadapan Tristan, setelah makan malam Tristan memang menonton televisi di kamar namun, Irina merasa bahwa Tristan tak sedang menyimak acara yang ditayangkan malam itu. “Kamu benaran enggak mempunyai masalah?” tanya Irina lagi. Tristan menghela napas panjang. “Kenapa kamu repot-repot membuat kopi dan membawanya naik? Kalau tumpah bisa jadi bahaya buat kamu sama calon anak kita.” Irina mengernyitkan dahinya merasa aneh, kemudian ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelas kiri Tristan namun, masih memberikan sedikit celah di antara mereka. “Enggak mau mepet-mepet ke dekatku?” tanya Tristan ketika menyadari adanya celah tersebut.
Tristan kembali ke ruangannya dengan wajah lesu, ia benar-benar merasa tidak becus dalam segala hal setelah dimarahi oleh Randi beberapa waktu yang lalu. Hatinya benar-benar sakit mendengar cibiran Randi yang tak ada habisnya bahkan sangat menohok, walaupun ini bukan pertama kalinya Tristan dimarahi seperti itu tetap saja kali ini Tristan benar-benar merasa sudah terlalu berlebihan. Ia mengambil sebuah wine kaleng yang ia simpan di laci meja kerjanya, membukanya hanya dengan satu kali sentuhan. Ia merasa sangat frustrasi karena hal itu dan ingin melupakannya sejenak. “Astaghfirullah! Tris! Haram!” jerit Doy yang baru saja masuk ke ruangan tersebut dan langsung menyahut kaleng itu. Tristan terkejut bukan main, kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah sembari beruc
Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Tristan masih bersiap di meja kerjanya sembari bertanya kepada dokter Oriche mengenai makanan laut yang aman untuk ibu hamil via pesan chat. Entah mengapa setelah menyadari kesalahannya yang begitu besar kepada Irina, Tristan menjadi sangat over protective dan ingin menjadi suami yang baik juga siap siaga. Entah cukup atau tidak untuk membayar rasa bersalahnya kepada Irina selama ini. Beberapa menit kemudian setelah selesai mengobrol dengan dokter Oriche, Tristan mengulurkan tangannya untuk mengambil telepon seluler yang ada di sudut kanan atas meja kerjanya. Ia menekan beberapa digit nomor telepon dari sebuah restoran seafood terbaik langganan keluarganya. Memesan menu kerang saus pedas terbaik yang ada di restoran tersebut dan meminta agar segera dikirim ke rumahnya tepat jam sembilan nanti.&nb
Irina masih berdiri menyerana di balkon kamarnya, Yerianna sudah pergi sedari tadi dari rumah itu namun, perasaannya masih sangat kacau. Irina bisa melihat kalau Yerianna pergi dari rumah itu sambil menangis walaupun perempuan itu pergi memunggunginya, entah apa yang dilakukan Tristan hingga pere
“Irina ... bangun sayang ... sudah hampir Ashar.” Irina mengerjapkan mata beberapa kali saat mendengar suara dan sebuah usapan pelan di puncak kepa
Pagi-pagi sekali Tristan sudah membangunkan Irina dengan sedikit usaha agar Irina mau diajak pergi ke rumah sakit siang itu walaupun beberapa kali malah membuat Irina histeris sendiri, Tristan tahu dengan jelas bahwa Irina mas
Tristan berjalan sedikit terburu-buru memasuki sebuah ruangan kecil berukuran 4 x 3 meter bernuansa putih gading vintage, tanpa lupa ia membawa beberapa buah tangan di tangan kanannya.







![BLIND HEART [INDONESIA]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore