Rapuh
Karena kontrakan sederhana yang bisa Runi bayar sebulanya, membuat kontrakan itu tak ada fasilitas apapun, kulas yang Runi harapkan untuk menyimpan makanan segar itu hanya bisa impikan sementara ini.
Saat makanan itu sudah siap, Siksa pun keluar karena sudah menyelesaikan mandinya, dengan masih membalutkan handuk di kepalanya, Siska menemui Runi.
"Ni, masakan apa Lo?" tanya Siska menyodorkan kepalanya ke arah panci yang sedang diaduk-aduk oleh Runi.
"Seperti biasa, Kia, Mie instan." jawab Runi tersenyum tipis.
Bab Populer