JANGAN HINA AKU MANDUL
" ujarnya nafasku tersengal sedikit aku hela nafas sesak dan menyisir belahan rambutku dengan jari.
"Gue juga bingung, dari sekian banyaknya cewe, kenapa harus Arum." ucapnya Lirih, aku hanya bungkam melihat glegat pria itu.
"Ya udah terserah..., lo ingat baik-baik. Tolong hargai gue, jika lo bisa dapetin hatinya berjanjilah buat dia bahagia, Arum sudah sangat sering terluka Al." ucapku dengan nada serius, sontak raut wajah Aldi berseri dan reflek menepuk pundakku sedikit keras.