Pelukan Hangat Sang Letnan
"Jangan sampai gara-gara kamu terlalu manja-manjaan di rumah sakit, kemampuan menembakmu jadi tumpul. Saya tidak mau punya sniper yang tangannya gemetar gara-gara terbiasa pegang tangan tunangannya daripada pegang laras senjata. Besok siang, saya tunggu kamu di lapangan tembak. Kita lihat, apa cintamu itu bikin bidikanmu meleset atau tidak."
Galang tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang tak terlihat oleh siapa pun di kegelapan malam. "Siap, Komandan. Saya pastikan bidikan saya tetap seakurat biasanya."
"Bagus. Oh, satu lagi... kalau Salwa minta dibelikan bubur malam-malam, belikan saja. Jangan kamu kasih dia ransum militer. Dia itu calon istri, bukan prajurit baru. Sudah, sana balik lagi ke
Hot Chapters