Ranjang Panas Suamiku
Ia melirik sekilas, lalu menyerahkan gelas air di tangannya, "Saya pamit. Kau bisa tidur lebih dulu."
Agnira terdiam. Bibirnya berkedut pelan, "Dih, siapa juga yang mau menunggu?"
Di sisi lain, Dermaga Kraken terasa sepi. Debur ombak menghantam keras, angin berderu menusuk hingga ke tulang. Bau besi berkarat diterpa udara malam, mengantarkan rasa tidak nyaman bagi pernapasan.
Langkah kaki terdengar memecah kesunyian malam. Arjuna duduk santai di dalam markasnya, bersiul pelan saat pintu seng terbuka lebar.
Hot Chapters