BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
Kenanga segera membuka lipatan kertas berbentuk hati yang terselip di antara bunga.
[Senyum dong, Ken!] Hanya kata itu.
Namun, dia melewatkan sebaris kalimat penuh makna dari Devano yang ditulis di lembar kedua. Kenanga kembali memanggil ART dan memberikan bucket itu padanya.
“Kalau Mbak mau simpan bunganya silakan, kalau tidak mau buang saja, Mbak. Saya harus pergi!” pamitnya dengan hati kecewa.
ART itu hanya melongo, lalu mengambil satu persatu bunga untuk diletakkan di dalam vas. Namun, sejenak keningnya berkerut ketika membaca sebaris kalimat di balik kertas note itu.