Genius Liar
Suara jeritan Raffa yang kembali memenangkan permainan kembali menyapa gendang telingaku, membuat semua lamunanku buyar seketika.
“Tuh, kan, Daddy emang payah. Lihat, aku menang lagi. Iya, kan, Mommy? Daddy memang payah?” Aku tersenyum lebar menanggapinya, lalu kuberikan anggukan sebagai bentuk persetujuanku. “Iya, Daddy emang payah ya. Kamu yang terbaik,” jawabku.