Ada sesuatu yang magis dari lirik lagu daerah seperti Hasian—ia bukan sekadar kata-kata, tapi cerita yang diwariskan. Awalnya aku sering kesulitan menangkap maknanya sampai seorang teman dari Medan memberi tahu: coba dengarkan melodi dan iramanya dulu, baru pelajari kata per kata. Ternyata alunan musiknya sering memberi 'petunjuk' emosi, apakah itu sedih, gembira, atau sindiran. Setelah itu, aku mulai mencari terjemahan kasar lalu menghubungkannya dengan konteks budaya Batak. Misalnya, 'Butet' ternyata bukan sekadar nama, tapi representasi kasih sayang orang tua.
Sekarang aku malah suka membongkar lapisan maknanya sambil ngobrol dengan orang yang lebih tau—kadang ada simbol tertentu yang baru masuk setelah dijelasin, seperti referensi alam atau tradisi. Prosesnya jadi seperti main puzzle!