Luka yang Terpendam
pamit gadis itu jual mahal.
“Baiklah,” sahut Tommy mengalah. “Tapi tolong pertimbangkan maksud hatiku baik-baik, ya. Aku benar-benar mengharapkan kita bersatu kembali, Sica. Because I really love you.”
Jessica mengangguk acuh tak acuh. Dibukanya pintu mobil dan keluar turun. Tanpa menoleh lagi, dibukanya pintu pagar dan dengan langkah ringan ia masuk ke dalam rumah. Mantan kekasihnya hanya bisa memandanginya dengan sorot mata penuh pengharapan. “Aku mengerti kamu belum sepenuhnya mempercayaiku, Sica,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. “Tapi percayalah, kali ini sungguh berbeda keadaannya. Akan kuterjang hambatan apapun yang menghalang-halangi bersatunya kita kembali!”
Bab Populer