Cinta Tanpa Suara
Aku ingin dia tahu bahwa meski aku tidak bersuara, hatiku berteriak tentang betapa aku membutuhkannya.
Tanpa diduga, Arkan menarikku mendekat hingga tak ada lagi jarak di antara kami. Ia menundukkan wajahnya, membiarkan dahi kami bersentuhan. Nafasnya yang hangat terasa di wajahku, membuat seluruh tubuhku bergetar hebat.
"Mungkin benar kata Steiner," gumamnya, nyaris seperti bicara pada dirinya sendiri. "Kau bicara melalui kejutan rasa dan ketulusan. Dan malam ini, aku mulai mengerti bahasamu."
Hot Chapters