My Light
Meskipun sudah terlambat dari jam pulang, Arsen tetap pulang berjalan kaki—tidak ada niat menggunakan kendaraan umum.
"Hm, hm, hm," gumam Arsen, sembari menyumpal kedua telinganya dengan earphone dan berjalan santai menuju rumah.
****
Sepertinya, dugaan Arsen tadi benar. Asya sedari sore sudah menunggu tetapi Arsen belum muncul juga. Awalnya membiarkan, karena mungkin mampir ke toko buku atau kedai cokelat. Tetapi, sudah lebih dari jam enam sore—membuatnya panik!
Hot Chapters