Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Jadi Karakter Utama

Terpaksa Jadi Karakter Utama

[[ Profil ]] [[ Toko ]] [[ Misi ]] [[ Penyimpanan ]] [[ PROFIL ]] [[ Nama: Artin ]] [[ Level: 1 ]] [[ Usia: 22 Tahun ]] [[ Jenis Kelamin: Laki-laki ]] [[ Ras: Manusia ]] [[ Kemampuan Asli: Pemusnahan Massal (Palu Keadilan) ]] [[ STATUS ]] [[ Kekuatan: 1 (+5) ]] [[ Ketahanan: 1 ]] [[ Kelincahan: 1 ]] [[ Stamina: 1 ]] [[ Kecerdasan: 3 ]] [[ Poin Status Tersedia: 4 ]] [[ ATRIBUT ]] [[ HP: 100/100 ]] [[ MP: 30/30 ]] [[ Energi: 10/10 ]] [[ Tekad: 50/50 ]] [[ Serangan: 300 (+200) ]]
9.823.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai arti simpatik
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Fitria Sulaeman
pas awalan baca bab pertama, aku masih bingung dengan alurnya, tapi setelah terus baca dan baca lagi, baru aku ngeh dengan ceritanya, dan waaaaaaaw, ceritamu ini sangat menarik sekali Thor, aku jadi candu buka bab nya, pengen lagi dan lagi, kalau gak inget ini udah malam. wkwk. Semangat terus Thor.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Mempelai Pria yang Tertukar

Mempelai Pria yang Tertukar

Emosi membuat Arimbi tidak lagi merasakan kesakitannya. "Kamu ini pengecut busuk, La. Kamu tega memfitnah aku yang tidak tahu apa-apa. Sahabat seperti apa kamu ini? Kamu bersembunyi seperti tikus sementara aku harus rutin menemui psikiater. Kamu bukan manusia, La. Bukan manusia!" Arimbi menjambak ganas rambut panjang Prisila. "Aku minta ma--maaf. Maaf... maaf..." Prisila memohon maaf dengan suara gemetaran. Ia tidak menyaka kalau Arimbi yang dulu lembut dan pengalah bisa seberingas ini.
1091.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Dr. Saka

Cinta Untuk Dr. Saka

tutur Saka memudarkan senyum Arini. "Maaf-maaf, saya tak sengaja, Dok. Saya sangat senang melihat dokter sudah sadar!" kata Arini menyunggingkan senyumnya kembali. "Benarkah kamu senang kalo aku sadar?" tanya Saka menatap wajah polos Arini. "Iya, dong! Saya kan orang yang baik hati, jadi saya masih mempunyai simpati. Nggak kayak ...," kata Arini menghentikan kata-katanya.
9.758.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
LOVE BROTHER

LOVE BROTHER

ujarnya tanpa berhenti tertawa. Brian ingin marah. Namun melihat senyum dan suara tawa Arumi membuatnya mengurungkan niat. Entah perasaan seperti apa yang tiba-tiba datang menghampirinya hingga tidak sadar Pria bermanik biru itu membalas tawa Arumi dengan senyuman. Parc du Bastian de la Reine 
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Kau Rebut Suamiku, KuNikahi Mantan Suamimu

Kau Rebut Suamiku, KuNikahi Mantan Suamimu

ujar Sinta sembari tersenyum lebar. 'Cih ... sok-sokan mau bukan madu, duit aja gak punya!' batin Sarah menertawakan mereka. Di sepanjang perjalanan, Sinta terus mengajak Aris mengobrol. Ia sengaja ingin menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Sarah. Dengan niatan agar Sarah merasa cemburu Namun, Sarah sama sekali tidak peduli. Ia hanya memasang earphonenya dan asik sendiri mendengarkan lagu favoritnya dan sekali-kali bernyanyi mengikuti lagu yang sedang ia dengarkan.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Sunshine In The Rain

Sunshine In The Rain

sahutnya seraya terkekeh. "Tidak salah jika aku mengandalkanmu. Semoga, hubungan dan kerja sama kita terus terjalin. Orang tuamu pasti sangat bangga," ujar Dareen seraya menjabat tangan pria itu dan menepuknya beberapa kali. Pria penerus Antonovich Group itu tertawa kecil dan tersenyum hangat. "Aku sangat senang bisa membantu anda dan keluarga. Arthemis adalah wanita yang kuat," puji Dimitri. Netranya mengarah pada Arthemis yang berada di kursi roda, sorot matanya terlihat bersinar saat menatap wanita itu.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

ucapku pelan mencari simpatik. "Yaellaaaa, cerita aja kali, Fir. Heran! Sok feminim banget sih lu hari ni," sambung Arimbi lebih sewot. "Gue—" "Stop! Bentar, gue ambil cemilan dulu. Busung lapar gue kalau lu dah curcol," ejek Arimbi sembari menuju meja kerjanya dan mengambil snack kentang. Kemudian Ia memutari meja kerjaku, lalu menarik kursi di sebelahnya agar kami bisa saling berdekatan.
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

"Jangan menatap kami seperti itu. Kami simbiosis mutualisme. Aku tak direpotkan, aku tidak cuma-cuma. Aku dibayar, aku dapat duit. Jadi berhenti berpikir tidak enak dan segala macam." Aku mengembuskan napas frustasi. Bukan masalah uang bahasan intiku. Tapi nampaknya kata-kataku telah menggiring opini mereka. Terutama Ari yang punya kemampuan bicara melebihi wanita. Aku pun tak tahu harus alasan apalagi menolak Ari. Tak mungkin kukatakan kekhawatiranku pada mereka berdua.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

Rasanya wajahnya sudah hampir terbakar dengan asap yang muncul di kepala, terasa panas. Arjuna dalam versi yang sedatar triplek aja bisa membuat jantung tidak aman apalagi Arjuna dalam mode manis dan romantis. Naura mungkin harus banyak-banyak ngelus dada supaya jantungnya tetap aman. “Aku tidak melakukan apa-apa,” kilahnya.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Salahkah Aku Mencintaimu?

Salahkah Aku Mencintaimu?

“Terserah! Beli yang paling bagus dan akurat!” “Siap, Nyonya!” ART itu langsung meluncur pergi menuju ke apotek. Sedangkan Anin dipijat-pijat tengkuknya oleh Ibu Nyai. Tidak hanya tengkuk saja melainkan kaki juga tangan ikut dipijat. Sekar pun duduk di sofa sambil menunggu kedatangan ART-nya pulang. “Ini kamu juga campur kelelahan, Nduk,” ujar Ibu Nyai. “Kakimu pada atos kabeh koyo iki,” komentar Ibu Nyai.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai arti simpatik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status