Suamiku Menikahiku Hanya Untuk Balas Dendam
"Membawa pergi? Kamu kira mudah untuk melangkah keluar dari gerbang rumah ini, hah?! Sesuai aturan, kalau anak itu mau keluar, dia harus dijemput secara resmi oleh suaminya! Dia memiliki darah Aditama, jadi dia harus tunduk pada aturan sakral keluarga yang sudah turun-temurun ini!"
"Justru hal itu yang mau aku bicarakan dan luruskan, Yah," potong Bastian dengan suara yang mendadak merendah, namun sanggup membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengar meremang.
Aditama mengernyitkan keningnya dalam-dalam. Dia terdiam sejenak, menanti putranya melanjutkan kalimat yang entah mengapa terasa sangat janggal di telinganya.