Pendekar Pedang Naga
Dan dari balik reruntuhan, sosok besar mulai menampakkan diri.
Seekor naga.
Namun bukan naga emas Arsel, juga bukan hitam seperti milik Kael. Ini... abu-abu. Tua. Retak-retak seperti batu yang hampir runtuh, namun matanya menyala biru terang. Ia berjalan perlahan, angkuh dan tenang, menghembuskan napas yang membuat udara membeku. Di punggungnya berdiri seorang sosok berjubah gelap, tak dikenal Kael, namun auranya begitu kuno dan asing—lebih tua dari legenda, lebih tua dari kegelapan itu sendiri.