Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Jadi kita ini puisi.” Ilham menatapnya dengan cahaya lembut di matanya. “Puisi yang masih menulis dirinya sendiri.” Beberapa waktu berlalu tanpa bisa diukur. Tak ada matahari untuk memberi tahu pagi, tak ada bintang untuk memberi tahu malam. Tapi hati mereka tahu: waktu tetap bergerak. Waktu kini adalah rasa, bukan angka. Mereka berdua beristirahat di bawah pohon yang baru tumbuh — batangnya transparan seperti kaca, daunnya memantulkan bayangan wajah mereka. Pohon itu seolah hidup dengan detak jantung mereka.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi waktu
Read
+Library
Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

“Tempus fugit ....” Pandangan tajam seorang pria mengarang pada pintu berpelat jam pasir dengan sepasang sayap kupu-kupu yang cantik berwarna keemasan. Adrian Laksana, seorang pria yang akan selalu memperhitungkan segala hal termasuk wanita dan tempat yang ia datangi. Wajah tegasnya mengangguk perlahan, mengakui kelab ini cukup filosofis. “Bukankah itu—menandakan waktu akan terbang ... berlalu dengan indah?”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as puisi waktu
Read
+Library
TULPA

TULPA

Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang. Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Membayangkan sosok Kelam yang pergi dari kehidupanku di balik bait-bait puisi yang tengah kutulis berhasil memporak-porandakan perasaanku. Kugenggam erat bolpoin yang kupegang. Hingga suara intruksi sang juri membuatku segera bangkit dari tempat duduk. "Waktu habis! Puisi harap dikumpulkan kepada para juri! Kami ucapkan terima kasih untuk kalian semua peserta dari perwakilan masing-masing kelas. Selamat siang dan selamat beristirahat!"
106.3K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as puisi waktu
Read
+Library
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as puisi waktu
Read
+Library
Kembali Bersama Waktu

Kembali Bersama Waktu

lanjut Awan “Jadi begitu rupanya. Entitas mandiri dari ingatanmu yang sepertinya menarikmu kembali, ditambah pergerakan waktu yang berselisih sehingga semesta melakukan hal yang membuat semuanya berjalan semestinya.” Resi Sangkala mengelus janggutnya yang panjang. “Maaf kalau aku menyela, aku hanya tak memahami semua yang terjadi di sini,” kata Patik diangguki oleh Dayu.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as puisi waktu
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

🎶 Serapuh kelopak sang mawar Yang disapa badai berselimutkan gontai Saat aku menahan sendiri Diterpa dan luka oleh senja Semegah sang mawar dijaga Matahari pagi bermahkota kan embun Saat engkau ada disini Dan pekat pun berakhir sudah Akhirnya aku menemukanmu Saat ku bergelut dengan waktu Beruntung aku menemukanmu Jangan pernah berhenti memilikiku Hingga ujung waktu Setenang hamparan samudera Dan tuan burung camar Tak akan henti bernyanyi Saat aku berkhayal denganmu
108.2K viewsCompletedAdded to Library 263 Times as puisi waktu
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Barangkali ada perbedaan waktu antara bangsa manusia dengan bangsa Incubus. Mereka hidup pada masa yang sama tapi berbeda dimensi. Pergeseran waktu adalah relatif dan sangat bergantung pada momentum. Pergeseran waktu terasa cepat jika mood baik, dan terasa lambat jika mood jelek. Belum pengaruh ruang dan dimensi. "Syukurlah kau sudah kembali," kata petani yang memanggul pacul. "Ibumu sangat terhibur dengan kepulangan dirimu, juga kami."
9.946.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi waktu
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Bab 8 Pagi harinya, Laila bangun kesiangan. Badanya terasa pegal karena ia tertidur dengan posisi duduk, di atas kursi yang keras pula. Saat melihat pada layar ponselnya, ternyata sudah jam lima pagi, yang berarti waktu subuh sudah terlewat sejak setengah jam yang lalu. Buru-buru wanita hamil itu mencari keberadaan mushola rumah sakit untuk melaksanakan kewajiban dua rakaatnya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as puisi waktu
Read
+Library
Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu

Suasana semakin mendukung dengan acara tv yang diubah oleh Cooper menjadi putaran musik harmonis yang enak didengar saat bercinta. **** Waktu pun berlalu, mereka baru menyadari jika bercinta keduanya memerlukan waktu yang lama. Cooper dan Olivia terbaring lemas di atas sofa sembari terus terdengar suara musik yang menenangkan jiwa. “Apa kamu sudah merasakan suasana baru itu?” dengan suara lemas, Olivia bertanya kepada Cooper. “Ini benar-benar suasana baru, aku sangat tertarik padamu,” jawab Cooper.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as puisi waktu
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as puisi waktu
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status