Pernikahan Penuh Luka
Senyum yang membuatku bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ada di kepalanya saat ini.
“Arka ulang tahun besok, mau dirayain?” tanya Bara pada Arka.
Pertanyaan itu membuat Arka terdiam. Ia menunduk, memainkan ujung bajunya. Sepertinya ia belum benar-benar mengerti apa arti ulang tahun dan perayaan. Ia terlihat bingung, tak tahu harus menjawab apa.
Melihat itu, Bara kembali berbicara, kali ini dengan nada yang lebih antusias. “Ulang tahun Arka besok kita rayain di rumah ini, ya. Kita undang warga kompleks dan saudara saja.”