ASI Untuk Bosku
Matanya menyapu sosok wanita yang berdiri di samping Radit, dari ujung kaki hingga ke wajah.
"Ah, sayang sekali. Kamu sepertinya sudah punya pasangan. Kalau belum, mungkin bisa saya kenalkan dengan Aluna, Cantik, cerdas, dan sekarang… sangat berpengaruh," ujarnya dengan nada menggoda, meski terasa halus menyiratkan motif.
Radit tertawa singkat. “Pak Bambang bisa saja. Tapi saya cukup beruntung. Ini Elina, pasangan saya. Dia juga asisten saya di perusahaan.”