Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANUBIS

ANUBIS

Peristiwa alamiah yang dialami wanita terjadi. Bayi Takhtat lahir dalam keadaan sehat, bulir air mata Takhtat jatuh membasahi pipinya, bayi laki-laki yang tegar. Takhtat berusaha bangkit, tubuhnya sakit sekali setiap jaringan tubuhnya terasa seperti hancur berkeping-keping. Dirobeknya kain sutera yang sudah terpasang sebagai atap pondok sederhana. Dia membersihkan tubuh bayi itu, dan membungkusnya dengan kain sutera seadanya, berharap udara malam yang dingin tidak menyentuh bayinya. Takhtat berpikir sejenak, nama apa yang cocok dengan putranya. Dia mengingat auman serigala yang mencekam semalaman-sekarang aumannya sudah terdengar sedikit bersahabat.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
Pengendali Arwah Terakhir

Pengendali Arwah Terakhir

Dia seolah-olah merasa menemukan teman meski rentang usia mereka terpaut sangat jauh. “Ya, aku berbicara dengannya. Dia bukan hanya sekadar burung, melainkan burung hantu albino. Dan namanya adalah White.” Alland hanya mampu membulatkan bibir. Sepasang matanya terus berbinar menunjukkan rasa kagum. “Tapi, itu benar-benar aneh!” ujar Alland dengan spontan. Saat melihat reaksi Eryk yang berubah menjadi dingin, tiba-tiba Alland merasa bersalah. Dia segera meminta maaf.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
Suami Premanku Ternyata Sultan

Suami Premanku Ternyata Sultan

Bu Khansa merasa sangat bersalah karna tidak merawat Riri dengan baik. “Maaf ya nak, seharusnya Ibu lebih memperhatikanmu.” Riri tak mampu berkata apa-apa, orang-orang yang melihat putranya itu pasti akan shok karna kasus seperti ini jarang terjadi. Awalnya Riri juga tidak percaya saat mendengar salah satu putranya menderita kelainan yang di sebut Albino. Tapi setelah melihatnya secara langsung, mau tak mau Riri harus mempercayainya.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Sebelum akhirnya ia terpental sejauh enam langkah ke belakang dan jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Seorang siswi berambut putih, beralis putih, berkulit putih masuk ke dalam ruang serba guna hendak memeriksa siswi itu. Ia seorang manusia albino. Manusia yang tubuhnya tidak menghasilkan warna. Manusia yang zaman dulu dianggap sebagai jelmaan setan. Para laskar segera berkumpul dan mengelilingi cewek itu. Mereka memasang tampang tidak senang. Tampaknya mereka sudah saling kenal.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Mungkin, ingin tahu mengapa warna anak rambut mereka berbeda. “Mengapa rambut anak-anak kita begini?” Aurin mengamati dua anak kembar laki-lakinya yang memiliki rambut keemasan cerah, sementara putrinya memiliki rambut pirang yang lebih gelap dari dua saudara lainnya. “Apa anak kita albino? Aku sering melihat bayi albino di media sosial. Mereka seperti itu. Apa benar?” desaknya. “Bukan.” Rayden menggeleng. “Saya telah bertanya pada dokter yang menangani kamu tadi. Katanya, bayi-bayi itu bukan albino. Mereka hanya mewarisi gen resesif dari kita.”
1060.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Balita laki-laki bermata bulat, berkulit putih dan rambutnya yang lurus di potong rapi tak lupa dengan setelan baju yang sudah rapi juga. "Eh, adek... Namanya siapa?" "Gibyan, Kakak.. nam..nya capa?" Kanza memekik gemas melihat balita tersebut. Tapi beberapa saat ia mengernyit melihat balita tampan itu seperti tidak asing. Lantas matanya melirik paras wajah Abian dari samping, dari mata, hidung, alisnya benar-benar mirip dengan Abian. Kulitnya juga putih. Kanza menggelengkan kepalanya pelan menyadarkan diri dari lamunan singkatnya.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
1095 Days!

1095 Days!

Gibran langsung bangkit dan menjauh dari Farrel yang akan melakukan tindakan yang menurutnya itu konyol. "Terus kenapa tadi lo senyum sendiri?" tanya Farrel. "Kepo lo ah!" umpat Gibran dengan berjalan dan mendorong pundak Farrel. "Eh, Bran? Tahu nggak lo? Di kelas Naira ada murid pindahan anjir! Namanya itu Albino, dia itu Adiknya si Kevin, malah cakep banget najis," jelas Farrel dengan nada tidak suka.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
ISTRI RAHASIA SUAMIKU

ISTRI RAHASIA SUAMIKU

Bang Zain mengajakku duduk lebih dulu di depan ruang rawat Nadira. "Tenangkan dulu dirimu. Ada apa, Zafran? Katakan, apa sesuatu terjadi pada anakmu?" Aku menundukkan kepala, mengusap kasar wajahku. Air mata jatuh di pipi. "Dokter bilang anakku mengalami Albinisme, dan kemungkinan besar karena perkawinan sedarah," ucapku lirih.
9.8143.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu

Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu

Sang adik yang dicium hanya mengeliat tanpa suara. Sudah hampir satu bulan usia Albirru, nama bayi kami. Mas Abi menamainya dengan nama itu, dia bilang nama itu memiliki arti kebaikan. Setiap malam Mas Abi yang akan menjaganya saat Albi mengajak begadang. Papa dari buah hatiku itu akan membangunkan diriku saat bayi itu meminta ASI saja.
9.272.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai babi albino
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status