ANUBIS
Peristiwa alamiah yang dialami wanita terjadi.
Bayi Takhtat lahir dalam keadaan sehat, bulir air mata Takhtat jatuh membasahi pipinya, bayi laki-laki yang tegar. Takhtat berusaha bangkit, tubuhnya sakit sekali setiap jaringan tubuhnya terasa seperti hancur berkeping-keping. Dirobeknya kain sutera yang sudah terpasang sebagai atap pondok sederhana. Dia membersihkan tubuh bayi itu, dan membungkusnya dengan kain sutera seadanya, berharap udara malam yang dingin tidak menyentuh bayinya.
Takhtat berpikir sejenak, nama apa yang cocok dengan putranya. Dia mengingat auman serigala yang mencekam semalaman-sekarang aumannya sudah terdengar sedikit bersahabat.
Hot Chapters