Sang Penentang Aturan
Ia mulai mengingat kembali ucapan sang ibu yang telah meninggal, bahwa di dunia ini tidak ada hal yang mustahil, kecuali hal tersebut telah ditetapkan oleh Sang Pencipta.
Matanya terbelalak. Ia baru teringat kalau ibunya pernah berbicara tentang Sang Pencipta juga.
"Entah bagaimana ibu bisa mengetahui semua itu, padahal semua orang tidak mengetahui keberadaan Sang Pencipta. Tapi aku harus mulai percaya kalau tidak ada yang mustahil dalam kehidupan ini, karena dengan sebuah usaha, segala urusan bisa teratasi. Semangat, Wo Long, kamu pasti bisa!" ucapnya, menyemangati diri sendiri.
Chapitres populaires