Pembalasan Untuk Pengkhianat
] Kuminta Mamah mematikan sambungan telepon.
Sambungan teleponpun kami putuskan sepihak, tanpa basa-basi lagi.
"Kalau mereka telepon lagi, kita abaikan saja, Mah, pembalasan untuk pengkhianat sudah berjalan dengan mulus. Emang ya, orang baik itu selalu di beri kemudahan." aku berkata sambil tertawa lepas, membayangkan Ibu yang masuk perangkap, dan Mas Jalu, yang sebentar lagi berakhir miskin.