Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Naik Ranjang Kakak Ipar Kejam

Naik Ranjang Kakak Ipar Kejam

“Kakak nggak balik kantor lagi?” Samuel menggeleng. “Balik kok. Cuma gue ada urusan bentar.” “Ke mana?” tanyanya ingin tahu. “Kepo, lo! Gue nggak bakal menghilang, Jani. Tenang aja. Cuma mau ketemu sama temen lama gue. Dia baru balik dari Kalimantan.” “Oh. Kirain mau nyari jodoh.” Samuel menyunggingkan bibirnya kemudian pamit lagi pada adiknya itu. Jani mengembungkan pipinya seraya menatap punggung sang kakak yang semakin mengecil dan tak terlihat lagi oleh matanya.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

kekehku mencolek hidungnya dan Asma pun mencubitku. “Habiskan sarapannya, jangan lama lama sedihnya. Kasihan Gilang jadi liat anak Abi yang cemberut terus,” ucap Paman. “Iya, Paman. Bisa bisa ASma udah jadi nenek nenek, Gilang masih remaja 17 tahun,” ucapku membuat Asma tersenyum dan melahap makanannya dengan pelan. Kami pun akhirnya berangkat. Sepanjang perjalanan, Asma diam saja. Aku pun belum berani menggodanya seperti biasa, jelas perasaannya masih sedih dan berduka.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya

“Engga lah, gue serius. Mana ada gue ngeledek Lu.” “Ntar lah, gue masih muda. Gue masih mau bersenang-senang dulu. Gak mau mikirin itu,” sahut Andrew akhirnya. “Sampai kapan? Umur Lu udah kepala 3." "Belum!! 4 bulan lagi," jawab Andrew dengan cepat.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Tangan besarnya yang terulur aku tangkap. “Mas, kita ini sudah patut menjadi kakek nenek. Coba kalau aku jadi hamil. Di usia lima puluh tahun baru melahirkan. Saat dia sekolah SD, kita sudah enam puluh tahun. Saat kita dewasa, bisa jadi kita tidak berkesempatan mendampinginya. Kasihan, kan?” Lagi-lagi senyumnya mengembang. Seakan masalah apapun dilihatnya sebelah mata.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Terjerat Gaya Hidup

Terjerat Gaya Hidup

kata Tika semangat promosikan cream wajahnya “Ya Ampun...2 juta untuk 1x perawatan, dari mana Aku bisa punya uang segitu banyak, tiap bulan aja kurang” desis ku pelan Tiba-tiba ponsel ku berdering, kulihat nama anakku disana “Assalamualaikum sayang, kenapa?mama masih di tempat senam” “Waalaikumsalam...Ma, kakak udah didepan pintu rumah nih tapi ga bisa masuk karena kuncinya di bawa mama senam” gerutu Amanda pada ku
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Aku dan Tante Lasmi terdiam saat mendengar suara yang seperti bentakan. Tidak baik jika kami terus berbisik-bisik. Paman Mas Amar ini sudah sering sakit-sakitan. Usianya enam puluh tahun lebih. Mungkin mendekati tujuh puluh tahun. Pasti sangat terkejut mendengar kabar ini. Apalagi yang pernah aku dengar, Mas Amar adalah anak kebanggaan di keluarga besar mereka. Mungkin karena hanya Mas Amar yang PNS.
1053.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

"Mela, mantan pacarmu itu sedang berbulan madu di Maladewa! Dia memamerkan kehidupan pernikahannya sekarang," Damar melihat foto-foto itu. Ia mengenali gaun mahal yang dipakai Mela dan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Itu adalah cincin yang sama dengan cincin yang pernah dia lihat di toko perhiasan ternama. Tentu saja harga cincin itu sangat mahal karena limited edition. Hatinya sedikit bergetar. Sebuah perasaan aneh muncul dalam dadanya. Campuran antara iri, penyesalan, dan kekaguman. Damar tidak pernah menyangka Mela akan bangkit dan memiliki pria lain.
749 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
CINTA LAMA BELUM USAI

CINTA LAMA BELUM USAI

Setelah dia menghilang dari pandanganku, air mataku menetes karena tiba-tiba aku merasa sedih. Sejak melahirkan hingga Arion satu tahunan, kami tidak pernah pergi liburan ke taman bermain. Mentok di mall saja. Seharian aku tidak mood. Pekerjaan di rumah aku kerjakan sebisaku saja. Moodku semakin buruk kala aku melihat poto mereka bertiga di akun Melda. Sangat mesra dan merupakan gambaran keluarga harmonis. Perempuan kedua adalah Luci Kantor.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Kamp Pelatihan Istri Idaman

Kamp Pelatihan Istri Idaman

Untuk bawahan, aku mengenakan celana yoga yang membungkus ketat pantatku hingga melengkung indah ke atas, membuat siapa pun yang melihatnya pasti gemas ingin meremasnya. Suamiku tahu aku pergi ke kamp pelatihan dan sangat berharap aku bisa belajar banyak trik baru untuk kami praktikkan di ranjang malam ini. Tak butuh waktu lama, aku tiba di lokasi Kamp Pelatihan Istri Idaman itu. Begitu melihatku datang, Peter melambaikan tangannya. Aku melewati kerumunan orang dan berjalan ke hadapannya. Aroma hormon pria yang kuat, langsung menyergap indra penciumanku.
52.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

Dasar otak mesum! Bersambung . . . Yuk … nantikan kelanjutan ceritanya ya kakak! Jangan lupa like, komen dan kasih bintang lima di cerita Kami Bisa Tanpamu Mas, ya! Dan jangan lupa follow akun author juga Happy Reading semua 💚💚
1061.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai andmesh kamaleng sampai tua nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status