Pungguk Merindukan Bulan
"Kama, Kama. Memangnya sudah tampak samamu, semua kehancuran yang kau bilang itu? Hahahaha … Macam kau saja yang mengatur hidup ini, Kama. Bahkan dirimu sendiri pun kau tak tahu. Nah, hahahaha … Kalau kau bilang bisa-bisa lebih hancur dari Seika kan, berarti kau menerka-nerka. Meramal. Hahahaha … Memangnya sejak kapan kau jadi peramal, Kama?"
"Menurut Abang, apa yang harus Kama lakukan, Bang?" dalam kepasrahan yang tiba-tiba tercipta dalam dirinya, Kama bertanya. Menggeleng-gelengkan kepala, menggaruk kepala yang sama sekali tak gatal. Jangankan kutu, sebutir ketombe pun tak ada di sana. "Kama betul-betul bingung, Bang.
Hot Chapters