Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Arimbi

Arimbi

"Rambutnya harus dirapiin dulu." Setelah Arimbi mengangguk, Hanna baru berani melakukannya dengan benar. Bersosialisasi dengan orang seperti Arimbi memang membutuhkan sabar yang ekstra, tidak boleh gegabah, apalagi sampai memaksa. Hanna tidak tamat sekolah, tapi untuk masalah seperti ini dia cukup mahir mengatasi. "Nama kamu Hanna?" Di luar dugaan Arimbi menanyakan hal yang tabu.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai bambi zhu
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

“Kamu bakal mulai suka.” Batari terengah, menatap matanya sendiri yang kini mulai terpengaruh oleh kegelapan Lenka. Pelan-pelan, ia menggeser badannya, mengubah sudut bibirnya menjadi senyuman yang tipis namun mematikan. Di luar sana, dunia mengira Batari Amara Wijaya telah lenyap dalam api yang melahap vila di Bali. Tak ada yang mencarinya. Seline dan Adrian mungkin sedang merayakan kematiannya dengan champagne mahal.
10433 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai bambi zhu
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

sahut semua siswa yang ada dikelas. Bu Tika mempersilakan Zanna duduk dengan gadis berambut pendek. Itu Fanna Abela, gadis bawel dan pintar kelas. "Kamu duduk dengan Fanna ya Zanna." suruh Bu Tika. Zanna melangkahkan kakinya, seorang gadis berambut hitam pekat melambaikan ke arahnya yang dia yakini itu adalah Fanna, teman sebangkunya. Zanna mencoba tersenyum ramah walau sebenernya dia sedikit canggung dengan suasana ini.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai bambi zhu
Baca
+Pustaka
SELUMBARI

SELUMBARI

Adikku ini benar-benar bisa menempatkan diri dengan baik. “Tadi di sekolah ngapain aja, Dek?” Vian mengambil gelas yang sudah berisi air putih dan meminumnya. “Tadi diminta menggambar, Kak. Temen-temen pada keren, gambarnya bagus bagus, terlihat nyata.” Vian lanjut makan. “Adek gambar apa tadi?" Aku melihat Vian, menunggunya bercerita. “Badak, Kak. Favorit aku.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai bambi zhu
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Lima buah bola api keluar dari telapak tangan Manik Jenggala, ukurannya sebesar bola kaki kini bergerak sangat cepat mengarah kepada Rendra, Rahayu, Trisula kembar serta Soleh. Soleh melompat ke depan, membaca sebuah doa, lalu mengangkat tangannya ke atas seolah menggenggam sesuatu. "Cambuk Sewu Geni, keluarlah!" perintah Soleh. Tiba-tiba saja sebuah cemeti berukuran besar sudah berada di dalam genggamannya. Soleh memukulkan benda yang ada di genggamannya itu di udara, sesuai dengan namanya, cemeti itu mengeluarkan seribu bola api seukuran bola kasti, yang mengeluarkan cahaya berwarna biru.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai bambi zhu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status