KARMA
"Iya, Bapak betul. Mungkin hanya kebetulan mirip. Malang nian nasib Bagas ya, Pak. Bahkan di hari kepergiannya, Ibu tidak sempat mengurus jenazahnya."
"Sudahlah, Bu. Jangan dipikirkan lagi. Bagas sudah tenang di sisi yang kuasa. Kita sebagai orang tua yang masih hidup banyak-banyak berdoa untuknya," ujar Bapa. Meski Bapak berkata demikian, ia sudah pasti kembali mengingat wajah anaknya. Beruntung masih ada Bima yang mampu mengobati lara hati kami. Kalau tidak ada, siapa yang mau mengurus kami di hari tua ini.
Hot Chapters