DIAMNYA ISTRIKU
ucap Bapak Indah.
"Semoga mati, mati, matilah, Pak," batinku.
"Bapak kenapa," tanya Ibu mertuaku. Eh mantan Ibu mertua.
"Sakit, Bu. Cepat hubungi Indah," ucap mantan Bapak mertua. Alias Pak Ratmo.
"Iya, Pak. Tahan ya, Pak," jawab Ibu. Wanita paruh baya yang sudah bau tanah itu pun gegas masuk ke dalam rumah.