Jimat Tali Mayat
Basri tercengang sejenak, kemudian membalas tergagap, “I-iya, Bu. Tentu saja. Eh, iya ... iya. Aku tunggui anak-anak sampe beres mengaji nanti. Begitu, ‘kan?”
“Hhmmm,” deham Lastri seraya mendekati suaminya. “Bapak lagi ngapain, sih? Sejak punya HP, kok, kelihatannya sibuk terus.” Basri cepat-cepat menutup layar ponselnya, mengantongi ke dalam saku baju, lalu menjawab, “I-ini chattingan sama temen, Bu. Anak buah. Biasalah, ngobrolin masalah kerjaan. Tanya-tanya situasi di tempat kerjaan, ‘gimana, begitu, Bu.”
“Oohhh.” Bibir perempuan itu membulat.
Hot Chapters