Kupu-kupu Kertas
Untuk sesaat mereka berpandangan mata, seolah ingin saling berkata: ‘aku menemukan orang yang senasib.
“Masa lalu memang menyakitkan…” desis Indira pelan.
Semua semakin jelas di matanya kini, bahwa tidak ada yang kebetulan dalam sebuah sistem serba rumit bernama Semesta.
Mantap, Indira menutup album katalog di pangkuannya. “Kakak yang memilihkan,” ia berkata sekaligus menantang pandangan Sheena. “Kalau ditato memang sesakit itu, aku mau gambaran yang pahit, getir. Something painfull, something gloomy. Segetir orang yang mengejar orang terkasihnya ke alam kematian,” tandas Indira tegas sekaligus getir. “You’re the pain carver after all.”
Bab Populer