Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)
Elena tampak kacau, dan ia tidak ingin memperburuk keadaan wanita tersebut.
Elena kemudian berjalan mendekati batu nisan tersebut lalu mengusapnya lembut. “Aku akan memaafkanmu, tapi kumohon, bebaskan aku. Aku hampir tidak bisa melupakan kekejaman yang kamu lakukan padaku, dan itu benar-benar membuatku tersiksa. Kamu mempengaruhi hidupku hingga saat ini, Gilang. Ku mohon, lepaskan aku.” Dan Elena kembali menangis di sana. Bagaimana mungkin ia kembali menjadi sosok yang rapuh seperti dulu?