Sentuhan Panas Editorku
“Kenapa, Bi? Kok ada hikmahnya?”
“Biasanya kalau habis badai besar begini, pagi-pagi begini muncul pelangi di balik bukit pinus itu, Neng. Indah sekali, warnanya ramai dan cantik,” cerita Bi Aam dengan mata berbinar.
Mendengar kata pelangi, mata Meysa langsung berbinar. Sebagai penulis roman, ia selalu lemah dengan hal-hal estetis dan puitis seperti pelangi. “Beneran, Bi? Di mana munculnya?”
ตอนยอดนิยม