Mas Duda itu Mantan Kekasihku
“Dek ayo, keburu sore.”
Lita tersadar dan segera menyusul Ravi ke dalam. Namun, pikirannya terus mengembara tentang harga beli rumah ini. Pasti sangat mahal, pikirnya. Di dalam sudah ada meja dan sofa. Dindingnya masih terlihat kosong, meski di daerah pojok sudah terdapat tanaman hias. Menuju dapur juga perabotan sudah lengkap, ada kulkas mesin cuci dan sebagainya. Ketika diajak masuk ke kamar wajah Lita langsung merona, membayangkan jika ia akan menghabiskan waktu bersama di dalam kamar itu. Pada bagian belakang di isi dengan taman kecil, ia pikir bisa untuk berkebun, sementara depan bisa untuk halaman bermain anak-anak.
“Habis nikah kita makan mie instan ya, Mas.” celetuknya tiba-tiba memb
Bab Populer