Bayang di Balik Kabut
Penduduk mulai kembali, menata puing, membenahi ladang, dan menyalakan kembali kehidupan yang nyaris padam.
Namun suasana masih muram. Tak ada yang benar-benar bisa melupakan kejadian malam itu.
Di bawah pohon tua di tengah desa, Senara duduk membisu. Tangannya memegang gulungan catatan peninggalan Laras — potongan-potongan ramalan, tulisan tangan, dan satu halaman terakhir bertuliskan:
"Kalau aku tak kembali, bukan karena aku lemah. Tapi karena seseorang harus memilih."
Hot Chapters