여기 being a princess와 관련된 85개의 소설이 있습니다. 일반적으로 being a princess와 같은 이야기는 Romansa, Rumah Tangga 및 Fantasi 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Kakak, Jangan Merayuku Terus!부터 시작해보세요!
Menurutnya, Aurora sangat keren.
“Apa Lady Aurora seorang princess?” Seorang anak kecil perempuan bertanya.
Aurora menunduk, menyamakan pandangan pada anak tersebut. “Apa kamu pernah bertemu dengan seorang princess?”
“Di televisi.” Anak perempuan ini bahkan kini memainkan rambut panjang Aurora.
“Apa princess itu mirip denganku hingga kamu mengira aku adalah princess?”
Kepala anak perempuan itu bergoyang ke kiri dan kanan. “Tidak. Kamu lebih cantik.”
"Aku akan sangat bahagia jika Pangeran Edoardo tidak pernah meninggalkanku."
"Aku tidak akan meninggalkanmu, Princess Bella. Kamu satu-satunya princess di hati dan istana megahku!"
Dua kalimat meluncur lucu dari bibir Emillia yang berperan sebagai Princess Bella dan Aldo berperan sebagai Prince Edoardo. Tepuk tangan bergemuruh menyambut penampilan dua anak lincah itu.
Di tempatnya, Cassandra bersikap tak acuh meskipun Andrian meraih tangannya ke dalam genggaman. Wanita itu segera menarik kembali jemari tangannya, dengan tatapan lurus ke depan sana.
ucap Indah tegas, ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu bersama Cessa.
Princessa Cesilia, bayi kecil yang tidak diakui oleh ayahnya dan keluarganya, karena ia terlahir sebagai seorang anak perempuan dari rahim mamanya. Bayi itu kini telah berusia tujuh belas tahun, Cessa tumbuh dengan baik bersama mama dan ayah sambungnya yang sangat menyayanginya.
"Kau kenapa princess?"
Zia hanya diam dan malas menjawab pertanyaan Aston Ardi Orlando. Zia baru saja mengalami kecelakaan, bukan kecelakaan mobil atau tabrakan lainnya. Kakinya patah karena dia jatuh saat berlaih cheerleaders di sekolahnya.
mungkin ini memang yang terbaik untuk semuanya, lagi pula, bukankah saat ini dirinya sudah merasa sedikit nyaman dengan kehadiran Clara.
Clara tak berhenti mondar-mandir di dalam kamarnya. Ini pertama kalinya Ia mengenakan kebaya dan di dandani layaknya seorang pengantin. Ya tentu saja, bukankah hari ini dirinya akan menjadi seorang Istri? Istri? Astaga.. Clara bahkan tak pernah memikirkan akan menerima gelar tersebut.
Beruntung Anelies dimiliki oleh pria yang tepat.
"Kau telah melahirkan anak-anak yang hebat!"
Anelies dan Helena masih saling bergenggaman hangat ketika akhirnya Mia keluar di dampingi Jared.
"Oh, Tuhan...."
Helena dan Mara sama-sama tidak sanggup menahan haru, Anelies mengambil tisu untuk mereka berdua.
"Mia sangat cantik, dia putri kalian."
Mia keluar dengan senyum cemerlang cantik seperti putri Disney dari era gen Z. Meski dengan gaun hasil mutilasi, Jeny tetap berhasil menyulap Mia jadi princess yang sangat unik memukau penuh energi positif.
cerita jemyadam ga pernah ada yg gagal.. bagus semua.. penulisannya juga enak dibaca.. karena ceritanya saling berhubungan kita jadi kadang dibuat ikutan reuni antar tokohnya ...... seru banget pokonya.. nemu novel jemyadam kayak nemu harta karun.. kemana aja aku selama ini br ketemu novel sebagus ini
jeny jodoh albany
gereget sumpah karya mu author jem,sumpah GK ketebak,tp selalu bikin penasaran Uda aku ikutin semua season,dan tamatin bacaan lain,semua top n keren,tp sejauh ini,plg fav aku kisah Brandon Lily,Albany Jeny,Tobias Sanaz n Gerald Emily,uhh keren bgt..,GK sabar menantikan kisah anak2 Jeremy,Jared yglai
“Tidak juga. Kenapa?”
“Kata Mommy, kalau kakak-kakak sedang bekerja, aku tidak boleh mengganggu.”
Princess tumbuh menjadi anak yang sangat manis dan santun. Wajah cantiknya selalu tersenyum. Ramah pada semua orang. Belum lagi kebiasaannya yang senang memeluk orang, membuat ia selalu menjadi kesayangan.
“Bilang sama Mommy, Princess boleh mengganggu Kak Lou kapan saja. Meskipun Kak Lou sedang sibuk,” tukas Louis.
Surai perak panjang dan bola mata sebiru langit melengkapi kecantikan gadis itu.
Azalea Baylass De Lionhart, satu-satunya putri Duke di kekaisaran Xavierth sekaligus gadis dengan status tertinggi di seluruh kekaisaran setelah Permaisuri. Sayangnya, itu hanya sekedar status tidak berguna.
"Maafkan aku, Nyonya. Aku akan bekerja lebih keras."
"Memang seharusnya seperti itu! Bersyukurlah karena aku masih memberimu makan dan tempat tinggal, tidak seperti Tuan Duke yang langsung membuangmu setelah kau lahir."
tanya Mentari membalas senyuman bocah tersebut.
“Itu,” Tangan mungilnya menunjuk sebuah istana dari pasir yang tampak cantik. “Kakak cantik mau jadi princess nya? Karena kami cuma punya pangeran,” lanjutnya.
Mentari mengernyit bingung. Princess? Dirinya? Bagaimana bisa? Mentari tertawa dan menggeleng geli. Matanya melirik istana pasir tersebut, lalu beralih pada sekumpulan anak-anak seusia bocah laki-laki itu yang tengah memandanginya.
"Permenennya beda, Ra. Ara harus tumbuh gede dan menikah dulu baru bisa ngeraisain permennya. Soalnya itu nggak sembarang permen."
"Kalau gitu Ala mau cepet gede dan nikah." Ara bertepuk tangan. Dikira nikah segampang itu apa. Gue cuma senyum sambil mengacak rambutnya gemas.
"Iya, nanti Ara bakal jadi princces."
Tapi anak gue ini malah menggelengkan kepalanya. “Ala nggak mau jadi plincess.”
“Terus mau jadi apa?”