Barraberee
"Ada, di dalam. Kayaknya lagi tidur. Ibu bilang lagi sakit."
What? Om Barra sakit? Kok aku tidak dikasih tahu?
"Sakit apa Pak?"
"Demam. Sekarang kayaknya lagi tidur di kamarnya."
"Oh ya udah. Saya masuk dulu ya, Pak. Permisi."
Dengan kecepatan turbo, aku melangkah ke kamar Om Barra yang ada di lantai dua rumah ini. Saat aku masuk, aku langsung melihat penampakan yang mampu mengiris hati. Om Barra tampak gelisah dalam tidurnya. Keringat dingin bercucuran membasahi seluruh badannya. Wajahnya bahkan pucat pasi. Sumpah, miris sekali kondisi lelakiku itu. Eh, maksudnya calon suamiku.
Hot Chapters